KILASBANGGAI.COM, BANGGAI – Warga Kecamatan Nuhon mengeluhkan program Satu Juta Satu Pekarangan yang diinisiasi Bupati Amirudin dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili.
Pasalnya, program tersebut tidak dirasakan masyarakat luas termasuk di wilayah Kecamatan Nuhon.
Slamet, warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Nuhon menyatakan program ini tak kunjung datang hingga akan berakhirnya jabatan Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili atau AT-FM.
“Dulu saya kira program tersebut bentuk uang tunai satu juta rupiah per satu pekarangan rumah. Namun di akhir akhir ini nama program tersebut diputar ke bentuk tanaman dan ternak,” ujar Slamet dengan nada kesal kepada Kilasbanggai.com, Senin (3/6/2024).
Kalau pun tanaman, kata Slamet, justru saat ini dianggarkan melalui dana desa, tak sesuai dengan janji politik AT-FM.
“Kenapa desa yang dipreteli,” keluhnya.
Selain itu, ia juga kesal dengan bantuan pembibitan yang disalurkan ke masyarakat belum layak menurut slamet.
Udin warga bunta juga keluhkan program tersebut, bahkan ia mempertanyakan kerja kerja seorang pers, Menurutnya harus berimbang.
Jangan hanya capaian pemerintah yang di beritakan, keluhan kami rakyat kecil juga harus di beritakan, semacam program bupati banggai satu juta satu pekarangan ini.
Memang benar dapat penghargaan di pusat, namun fakta di lapangan banyak yang gagal. Kata Udin
Tak hanya itu Masyarakat di kecamatan Bunta, Bualemo dan Pagimana juga demikian.
Agus warga bualemo mengakui bahwa program Satu juta satu pekarangan masyarakat umumnya diwilayah sini termasuk juga saya di kira bentuk uang tunai.
Padahal ternyata bibit rica, tomat terong, kemudian ada di tempat lain bentuk ternak ayam, saat ini tanaman itu sudah pada mati. Tandasnya (*)
Discussion about this post